8 December 2015

Jangan Sekali-kali Menodai Kepercayaan Yang Telah Kami (bobotoh) Berikan

Pagi itu matahari terlihat malu-malu keluar dari peraduannya,awan hitam berarak semakin banyak terlihat tayangan di beberapa televisi nasional dan headline beberapa media cetak ataupun online, berita tentang “nyanyian” pemain senior FU15 atau firman utina tentang alasan pengunduran dirinya dari team persib dan juga menjelaskan situasi terkini yang tentunya sangat menohok banyak pihak terutama bobotoh terkait ketidak harmonisan antara jajaran pemain dan manajemen.


Setelah hancur lebur di ajang piala sudirman berita ini sangat menyakitkan, seolah sudah jatuh tertimpa jojodog,sakitnya tuh disini! Keikutsertaan persib di ajang piala jendral sudirman pun sedari awal sudah menimbulkan polemic,adanya ketidak puasan pemain terkait bonus di piala presiden,persiapan yang mepet,banyaknya pemain yang cedera,wacana kepindahan makan konate ke Malaysia,dan tentunya enggan kembalinya bek tangguh kamerad Vladimir vujovic yg memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya. Persib datang bermain dengan status sebagai juara ISL dan piala presiden tentunya diperhitungkan oleh kontestan lainnya tanpa melihat sisi internal team yang sedang diterpa badai.

Alhasil kekhawatiran itu terbukti,setelah menang dramatis 3-2 di pertandingan perdana melawan persela, persib berturut-turut dilumat 0-1 oleh Surabaya united,0-2 oleh PBFC (untung bukan iwan yang melatih), dan terakhir dijinakkan 0-2 oleh team yang sedang naik daun kalapa yaitu PS TNI. Parahnya di tiga pertandingan terakhir persib seolah lupa bagaimana caranya menjebol gawang musuh,ironis!

Selidik punya selidik ternyata ada ganjalan dari para pemain sehingga tidak bisa memberikan permainan terbaik di lapangan.dalam ilmu psikologi disebutkan bahwa bermain dalam keadaan yang tidak nyaman atau tidak khusyu tentunya berimbas kepada permainan team secara keseluruhan. Achmad jupriyanto baru-baru ini mengeluarkan statement “jangan meragukan loyalitas kami” artinya sekalipun dilanda masalah pemain tetap memberikan yang terbaik walaupun kenyataan di lapangan tidak bisa ditutup-tutupi.

Pemain juga manusia, bagaimanapun sepakbola adalah mata pencaharian mereka, anak dan istri pemain tidak bisa diberi makan “loyalitas” ataupun “kebanggaan” tetap saja mereka membutuhkan sesuatu yang pasti untuk jaminan dapur tetap ngebul. Professional atau tidak wallahualam yang pasti kita harus bisa mewajarkan kekecewaan mereka terhadap manajemen. jika tidak dibuka ke public dikhawatirkan borok ini akan semakin melebar dan banyak memakan korban lainnya. Seorang teman yang berprofesi sebagai paramedic pernah berkata “jika ada jari kita yang kena racun dan sulit diobati jalan terbaik adalah dengan memotong jari yg terkena racun tersebut daripada racunnya menjalar yang berakibat kita bisa kehilangan seluruh lengan atau bahkan nyawa kita”

Begitupun seharusnya manejemen persib bersikap dari sekarang harus bisa bebenah untuk lebih baik tidak ada terlamabat untuk memperbaiki diri. Lebih baik kehilangan beberapa org pengurus yang bermasalah daripada harus kehilangan pemain yang sudah sangat berjasa dan tentunya kehilangan kepercayaan dari bobotoh.

Semoga dengan mundurnya Wa Haji Umuh,Firman Utina,Supardi Natsir,Achmad Jupriyanto,Abdulrahman,dan Illja Spasojevic, kiranya bisa menjadi momentum kepada jajaran manajemen untuk bereformasi secara total,berubah menjadi lebih professional,harus transparan dan akuntabilitas karena bagaimanapun kebanggaan ini,kecintaan ini sudah lahir jauh sebelum PT.BANDUNG BERMATABAT dilahirkan, jangan sekali-sekali menodai kepercayaan yang telah kami (bobotoh) berikan!
Wassalam…Cag Rampes!

Bobotoh berakun twitter @feyantareja (sumber : facebook.com/rashif.vpersib)